Saturday, August 11, 2012

Cincau Menghalau Sakit Maag

http://health.kompas.com/read/2012/08/10/16092674/Cincau.Menghalau.Sakit.Mag
Jumat, 10 Agustus 2012 | 16:09 WIB




Kompas.com -  Penyakit mag atau tukak kambung kelihatannya remeh, namun sering merepotkan. Cepat sembuh tapi juga gampang kambuh. Kemunculan gejalanya ditandai dengan rasa nyeri pada perut gara-gara meningkatnya asam lambung. Cincau ternyata mampu menuntaskannya

Mag yang kambuh akan menimbulkan rasa sakit pada epigastrum (perut bagian atas) disertai berkurangnya nafsu makan, bahkan anoreksia (hilangnya selera makan). Kalau sudah begitu, muncul rasa mual disertai demam sehingga mendadak muntah-muntah.

Beberapa tanaman biasa digunakan masyarakat untuk meredam mag ini. Di antaranya tanaman cincau. Berdasarkan penelitian, ia berkhasiat mencegah radang dan menurunkan produksi asam lambung. Nah, zat apa gerangan yang membuat cincau mujarab untuk sakit mag?

Dikatakan Dr. Florence C. Amato dalam Fundamentals of Medical Science for Medical Record Personel (1985), penyakit mag biasanya berawal dari makanan yang dikonsumsi tercemar bakteri atau kuman sehingga menimbulkan infeksi. Dalam kondisi serangan ringan, diagnosis penyebabnya sering tidak jelas. Tapi bisa juga ditandai dengan muntah darah (hematemensis) berwarna hitam karena pengaruh asam lambung.

L.B. Cardenas, Lemmens, dan Horsten dalam Medicinal and Poisonous Plants 1 (1999) Daun menyebutkan, sejumlah senyawa flavonoid bersifat mencegah radang (anti-inflamatori) dan menurunkan kadar asam lambung. Senyawa flavonoid terdapat pada beberapa tumbuhan obat, seperti cincau (Premna serratifolia), camcau (Cyclea barbata), dan juga para kerabatnya dari famili Menispermaceae.

Beragam bangsa ternyata sudah akrab dan memanfaatkan tanaman obat itu. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenalnya sebagai cincau. Tumbuhan dari famili Verbenaceae (jati-jatian) ini termasuk tanaman semak atau pohon kecil yang tingginya mencapai 10 m.

Di Indocina, daun dan akarnya sebagai obat tradisional untuk melancarkan air kencing (diuretik), gangguan lambung, dan penyakit demam. Masyarakat di India memanfaatkan daunnya untuk pengobatan radang rematik, sakit perut atau mulas (kolik), dan gas dalam perut (flatulence).
Rebusan akar dan daun digunakan untuk obat demam di Semenanjung Malaysia. Di Papua Nugini sari daunnya dipakai sebagai obat batuk, sakit kepala, dan demam. Sementara masyarakat di Guam memanfaatkan teh rebusan kulit kayunya untuk pengobatan sakit saraf (neuralgia).

Daun cincau mengandung bahan kimia berupa senyawa aktif Premnazole dan Phenyl butazone.Premnazole (alkaloid isoxazol) dari hasil isolasi daun cincau sebagai senyawa antiradang yang bisa menurunkan pembentukan tumor pada jaringan granulasi yang menyerang butir-butir dalam protoplasma (granuloma). Phenyl butazone merupakan senyawa yang memiliki aktivitas sama dengan Premnazole dengan menurunkan kadar kelenjar adrenal dan asam askorbat (vitamin C).

Dalam penelitian yang sama, kedua senyawa itu juga mampu menurunkan aktivitas enzim sehingga secara tidak langsung asam lambung yang terbentuk pada cardia dalam dinding lambung juga menurun.

Camcau merupakan salah satu jenis tumbuhan yang sering kali digunakan sebagai pengganti cincau. Di daerah Jawa, daunnya untuk bahan jeli yang biasa disebut camcau ijo. Jeli ini sebagai minuman dan makanan pengusir sakit perut serta demam.

Tumbuhan camcau menyimpan senyawa campuran alkalin termasuk senyawa S,S-tetrandrine (sebagai alkaloid utama lebih dari 3% dalam akar). Senyawa ini, berdasarkan penelitian, bekerja mengalangi perkembangan tumor ganas pada ginjal (neuroblastoma). Juga mempunyai aktivitas dalam pencegahan maupun pengobatan penyakit pembuluh darah jantung (kardiovaskuler), termasuk penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gangguan lambung akibat tidak adanya irama lambung atas (supraventricular arrthythmia).

Senyawa itu juga berpengaruh sebagai antiradang, pereda radang (prostaglandin), pengumpul zat pembeku darah, penekan radang sendi, dan mencegah produksi nitrixc oxcide. Ada pun senyawa aktif lainnya ialah R,S-isotetrandrine, R,Schondocurine, homoaromoline, dan fangchinoline.

Bahan aktif lain

Beberapa jenis tumbuhan dari famili Menispermaceae (sirawan-sirawanan) diketahui telah digunakan masyarakat setempat sebagai obat tradisional. Masyarakat Filipina dan Semenanjung Malaysia menggunakan rebusan batang sirawan (Arcangeiisia flava) sebagai obat gangguan lambung maupun usus. Di Indonesia batangnya dijual sebagai "kayu seriawan" untuk obat demam dan seriawan.

Sirawan dikenal mengandung senyawa campuran alkaloid (bis)-benzylisoquinoline, seperti bahan aktif sejenis berberine (lebih dari 5% dalam berat kering batang) dan palmatine. Berberine sebagai senyawa aktif antibakteri.

Berberine berpengaruh juga dalam suplemen air daging dengan darah. Berberine (sebagai sulfat) dengan konsentrasi 35 µg/ml dapat merusak bakteri (bactericidal) pada Vibrio cholerae. Juga sebagai pencegah perkembangan bakteri (bacteriostatic) pada Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 50 µg/ml. Kedua senyawa berberine dan palmatine secara khusus bekerja mencegah enzim dalam darah, hati, dan pankreas.

Di daerah Jawa, masyarakat menggunakan daun sumbat kendi (Stephania capitata) sebagai pengganti camcau untuk mengusir gangguan lambung. Kandungan alkaloidnya sama dengan camcau, dengan S,S-tetradrine sebagai senyawa utama (antara 0,7 - 1,3%).

Di daerah yang sama, umbi akar kepleng (Stephania japonica) juga dimanfaatkan sebgai obat pencegah nyeri lambung, disentri, demam, gangguan kencing, dan hepatitis. Gerusan daunnya biasanya digunakan sebagai obat tapal infeksi payudara. Selamat mencoba.

Friday, August 10, 2012

Jahe, Rempah Hangat Sahabat Pasien Diabetes

http://life.viva.co.id/news/read/343503-jahe--rempah-hangat-sahabat-pasien-diabetes
Pipiet Tri Noorastuti Jum'at, 10 Agustus 2012, 16:36 WIB



VIVAlife Manfaat jahe telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Tak hanya sebagai bumbu masakan, rempah dengan nama latin Zingiber officinale ini juga menyimpan manfaat untuk pengobatan tradisional. 

Dikutip Huffington Post, sejumlah ilmuwan dari University of Sydney, Australia, menemukan manfaat jahe untuk pasien diabetes. Mereka menemukan kandungan nutrisi jahe yang bekerja membantu mengelola kadar gula darah. 

Berdasar hasil penelitian yang dipublikasikan News Medical, ekstrak jahe mengandung gingerol yang mampu meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam sel otot tanpa tergantung produksi insulin. 

Profesor Roufogalis, seorang pakar kimia farmasi yang terlibat dalam penelitian ini mengatakan, "Jahe membantu mengontrol kadar gula darah yang tentu mencegah pasien diabetes mengalami komplikasi jangka panjang."

Kandungan gingerol dalam jahe juga memiliki efek antikoagulan yang mampu mencegah penggumpalan darah. Merangsang pelepasan hormon adrenalin yang memperlancar aliran darah. Itulah mengapa jahe juga berperan mencegah penyumbatan pembuluh darah sebagai penyebab utama stroke, dan serangan jantung.

Meski masih membutuhkan penelitian lanjutan, temuan ini menambah deret manfaat jahe bagi tubuh. Khasiat jahe yang sudah dikenal turun-temurun antara lain: pereda batuk, masuk angin, perut kembung, gangguan pencernaan, antimual, diare, dan sakit tenggorokan.

Rempah Jahe Jahe diperkirakan berasal dari daratan Cina Selatan, yang kemudian menyebar ke seluruh Asia, Eropa, Afrika hingga Amerika Latin. Hampir selalu ada dalam berbagai masakan oriental, baik berupa tumisan, bakar, goreng, hingga kukus.

Terlepas manfaat kesehatan yang terkandung, jahe manwarkan rasa dan aroma khas yang menambah sedap masakan. Jahe juga biasa digunakan untuk membantu menghilangkan bau amis bahan makanan seperti ikan, udang, daging sapi, dan unggas.

Thursday, August 9, 2012

Menata Rumah Ramah Lansia

http://properti.kompas.com/read/2012/08/09/15494762/Menata.Rumah.Ramah.Lansia
Tabita Diela | Kamis, 9 Agustus 2012 | 15:49 WIB


Ada baiknya Anda memilih menggunakan 
warna solid ketimbang warna pastel. Hal ini 
mengingat warna solid dapat lebih mudah 
dilihat para lansia.


KOMPAS.com - Apakah Anda tinggal bersama orang tua Anda yang telah berusia lanjut? Jika ya, apakah Anda sudah yakin rumah Anda aman bagi mereka?
Rumah, walaupun masih dalam kondisi sehat, memiliki beberapa kendala fisik yang mungkin mulai terlihat dan bisa dirasakan penghuninya. Kendala ini dapat berbentuk berkurangnya kemampuan penglihatan atau kesulitan berjalan.
Untuk itu, mulai saat ini Anda harus memastikan, bahwa rumah Anda aman bagi mereka. Berikut ini beberapa kiat yang dapat dipertimbangkan untuk memberikan kemudahan bagi lansia di rumah Anda:
Barang-barang elektronik
Pastikan barang-barang elektronik di rumah Anda terjamin keamanannya. Barang-barang tersebut tidak mudah panas dan tidak memiliki kabel yang terkelupas.
Jika memungkinkan, Anda juga disarankan untuk menyediakan sistem interkom atau alarm. Dengan menggunakan sistem interkom, orangtua Anda akan lebih mudah menghubungi Anda, jika sewaktu-waktu mereka memerlukan sesuatu.
Anti-slip
Ada beberapa barang tergolong berbahaya bagi kaum lansia. Karpet misalnya, dapat menyebabkan lansia mudah tersandung atau terpeleset.
Untuk itu, jika Anda bersikukuh menggunakan karpet, pastikan karpet yang Anda gunakan tidak mudah bergerak. Selain itu, Anda sebaiknya memasang anti-slip di kamar mandi Anda.
Banyak kasus kecelakaan orang tua di kamar mandi lantaran terpeleset di lantai basah. Jika Anda menggunakan bathtub, carilah alas bathtub yang aman.
Handle
Usahakan rumah Anda memiliki handle di beberapa tempat tertentu yang dapat dengan mudah digunakan oleh para lansia. Handle akan memudahkan mereka untuk berdiri dan berjalan. Pastikanhandle atau pegangan tersedia di beberapa tempat berpotensi bahaya, seperti kamar mandi dan area tangga.
Pencahayaan
Ada beberapa cara pencahayaan yang juga dapat digunakan untuk membantu lansia di rumah Anda. Menggunakan sinar matahari langsung sebagai pencahayaan utama di siang hari, misalnya. Cahaya matahari dapat memberikan penyinaran yang hangat dan menyenangkan.
Sayangnya, sinar matahari dapat tertutup oleh awan. Untuk itu, Anda masih memerlukan lampu artifisial.
Anda dapat menggunakan lampu fluorescent, yang terbukti tidak panas dan menyebarkan cahaya lebih baik. Lampu ini tidak membuat bayangan, murah, dan efisien. Sayangnya, lampu ini terkadang menyebabkan efek "strobe", kelap-kelip yang berbahaya bagi mata.
Lampu pijar juga dapat Anda gunakan. Lampu ini cocok untuk menjahit dan membaca, terutama untuk dijadikan sebagai lampu sorot, seperti lampu belajar, apalagi lampu ini dapat disesuaikan dengan menggunakan dimmer.
Sayangnya, lampu pijar menghasilkan bayangan dan pantulan. Selain itu, semakin tinggi wattnya, semakin banyak panas yang dihasilkan.
Lampu halogen juga dapat menjadi pilihan karena memberikan pencahayaan lebih dengan watt lebih kecil. Energinya lebih efisien daripada lampu pijar. Namun, lampu jenis ini mudah panas. Selain mahal, lampu juga menghasilkan lebih banyak warna biru yang dapat membahayakan mata, serta rentan terhadap api.
Warna
Warna-warna terang lebih mudah dilihat oleh para lansia karena kemampuannya merefleksikan cahaya lebih baik daripada warna gelap. Mungkin, ada baiknya Anda memilih menggunakan warna solid ketimbang warna pastel. Hal ini mengingat warna solid dapat lebih mudah dilihat para lansia.
Warna juga dapat Anda manfaatkan untuk memberikan amaran pada sisi-sisi berbahaya di rumah, seperti tangga atau kemiringan lantai. Hal-hal ini dapat dilakukan dengan tidak menghabiskan uang terlalu banyak. Yang pasti, orang tua Anda dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman bersama Anda di rumah.