Saturday, October 23, 2010

Rahasia Kesehatan Anggur Merah / Red Wine.

http://www.dokter-online.org/index.php?option=com_content&view=article&id=636:rahasia-kesehatan-anggur-merah-red-wine&catid=50:alternatif&Itemid=76

Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa minum anggur merah dalam jumlah sedang adalah baik untuk kesehatan. Sekarang mereka menjelaskan mengapa.

anggur merah Penelitian baru mengungkapkan rahasia pencegahan penyakit adalah polifenol yang disebut resveratrol, salah satu komponen dalam anggur merah yang tampaknya untuk meningkatkan kesehatan. Walaupun manfaatnya telah diketahui bertahun-tahun, para peneliti tidak yakin bagaimana Polifenol, dan resveratrol khususnya, bekerja di dalam tubuh.

"Luasnya manfaat yang luar biasa - pencegahan kanker, perlindungan terhadap jantung dan otak dari kerusakan, mengurangi penyakit yang berhubungan dengan usia, seperti radang, diabetes dan kegemukan, dan masih banyak lagi," kata Lindsay Brown, seorang profesor dari School of Biomedical Sciences di Universitas Queensland di Australia dan co-author dari studi yang akan muncul di September persoalan Alcoholism: Clinical & Experimental Research.

Red wine
Brown mengarakan bahwa ilmuwan mulai memahami bagaimana resveratrol bekerja. Mekanisme yang mungkin termasuk:

* Dosis tinggi senyawa ini dapat mencegah kanker dengan meningkatkan proses apoptosis (kematian sel terprogram).
* Dosis rendah meningkatkan kesehatan jantung dengan meningkatkan perlindungan selular dan mengurangi kerusakan.
* Resveratrol dapat membantu menghilangkan oksidan sangat reaktif di dalam tubuh dan meningkatkan pasokan darah ke sel.

Ilmuwan juga mempelajari bagaimana tubuh menyerap resveratrol ke dalam aliran darah, karena komponen ini diinaktivasi terutama di usus dan hati.

"Sebagian besar resveratrol dalam anggur merah tidak mencapai sirkulasi darah," Stephen Taylor, seorang profesor farmakologi di Universitas Queensland."Menariknya, penyerapan melalui membran mukosa di dalam mulut dapat menghasilkan sampai sekitar 100 kali lebih tinggi kadar dalam darah, bila dilakukan dengan diminum secara lambat daripada langsung diteguk."

Anggur Merah Baik untuk Jantung?

http://ryanienutrient.blogspot.com/2007/03/anggur-merah-baik-untuk-jantung.html

Penyakit jantung sampai saat ini merupakan penyakit yang banyak diderita dan menyebabkan kematian di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001, penyakit sirkulasi (jantung dan pembuluh darah) menempati urutan tertinggi sebagai penyakit penyebab kematian di Indonesia (26,4%). Persentase ini meningkat dibandingkan SKRT sebelumnya (SKRT 1995: 19%; SKRT 1992: 9,9%). Di Amerika Serikat sekarang ini, sekitar 12,6 juta orang mengalami penyakit jantung dan 25% dari seluruh rakyatnya memiliki minimal satu faktor risiko penyakit jantung.

Salah satu gangguan sirkulasi yang banyak terjadi dan ditakuti adalah penyakit jantung koroner (PJK/coronary artery disease). Penyakit jantung koroner terdiri atas angina pektoris dan infark jantung, biasanya disebabkan oleh aterosklerosis pada pembuluh darah jantung. Aterosklerosis secara harfiah berarti lemak yang mengeras. Proses aterosklerosis terjadi melalui beberapa tahap.

Kejadian awal yang berperan pada aterosklerosis adalah kerusakan/disfungsi endotel (sel pelapis sisi dalam pembuluh darah jantung) dan tingginya kadar lemak Low Density Lipoprotein (LDL). Kolesterol LDL merupakan jenis kolesterol "jahat" yang menumpuk di lapisan dalam (tunika intima) dan teroksidasi.

Kerusakan endotel memungkinkan LDL masuk ke pembuluh darah. LDL yang teroksidasi akan merangsang/menarik sel darah putih menuju lapisan pembuluh darah tersebut. Makrofag, sejenis sel darah putih, ditarik oleh Monocyte Chemotactic Protein-1 dan kemudian menjadi sel busa. Dengan demikian, terjadi semacam reaksi radang pada daerah tersebut. Adanya HDL (kolesterol "baik") dapat menghambat oksidasi LDL.

Di pihak lain, sel-sel otot polos pada tunika media akan bertambah banyak. Sel otot ini memproduksi sejenis zat protein (matriks) yang melapisi aterosklerosis. Semua ini membuat lapisan dalam pembuluh koroner menjadi lebih tebal.

Penebalan lapisan dinding jantung ini, yang terdiri atas lemak, sel busa, sel otot, dan matriks, menyebabkan penyempitan pembuluh darah jantung. Penyempitan ini menyebabkan aliran darah yang mengandung makanan untuk jantung berkurang. Otot jantung kekurangan oksigen dan terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen dan suplai oksigen ke jantung. Hal ini menimbulkan rasa nyeri, disebut angina pektoris, yang khas jantung, seperti: rasa tidak enak di dada tengah/kiri, seperti tertekan, diperas, panas atau baal. Nyeri dapat menjalar ke leher, lengan kiri, punggung, atau ulu hati. Angina dapat dicetuskan oleh aktivitas fisik, stres, perubahan suhu, dan lainnya, serta biasanya hilang dengan istirahat atau makan obat golongan nitrat.

Sumbatan aterosklerosis bersifat rentan untuk pecah. Bila sumbatan tersebut pecah akan terjadi reaksi pembekuan darah (trombosis) sehingga terbentuk bekuan darah yang menambah tebal sumbatan. Reaksi trombosis ini melibatkan platelet (sel pembeku darah) yang teraktivasi dan faktor-faktor pembekuan darah. Akibatnya derajat sumbatan meningkat, bahkan bisa sampai menyumbat total. Pada sumbatan yang tidak total dapat timbul angina pektoris yang tidak stabil. Serangan jenis ini biasanya lebih berat, lebih lama, dan dapat timbul akibat aktivitas fisik yang lebih ringan. Bila terjadi sumbatan total, sel otot jantung dapat mati/infark (infark miokard akut), yang menimbulkan rasa nyeri yang amat sangat. Selain itu, nyeri tidak harus dicetuskan aktivitas fisik atau stres, durasi lebih lama, dan tidak hilang dengan cara biasa.

Faktor risiko dan pencegahan
Terdapat dua jenis faktor risiko untuk terjadinya penyakit jantung koroner akibat aterosklerosis, yaitu yang dapat diubah (modifiable) dan menetap (nonmodifiable). Faktor yang tidak dapat diubah adalah usia, jender, etnis, dan genetik. Adapun faktor risiko modifiable adalah kadar kolesterol total, LDL, HDL, tekanan darah tinggi, obesitas/kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, diabetes melitus, dan merokok. Kini mulai dikenal faktor risiko baru untuk penyakit jantung koroner, seperti kadar homosistein, CRP (C-Reactive Protein), serta apolipoprotein A-1 dan B.

Melihat faktor risiko modifiable dan proses yang mengakibatkan penyakit jantung koroner, maka terdapat beberapa langkah pencegahan terhadap penyakit jantung tersebut. Pada tahun 2002, American Heart Association (AHA) menetapkan berbagai cara pencegahan tersebut, yaitu: 1) memperbaiki kadar kolesterol. 2) menormalkan tekanan darah; 3) olahraga minimal 30 menit, minimal tiga hari seminggu; 4) makanan sehat dan rendah lemak; 5) stop merokok; 6) menjaga berat badan normal; 7) aspirin dosis rendah pada kelompok risiko tertentu; 8) menormalkan kadar gula darah.

Fenomena anggur merah
Pada upaya pencegahan melalui makanan terdapat fenomena yang masih terus diteliti dan menjadi perhatian dalam beberapa tahun ini. Terdapat perkiraan bahwa mengonsumsi anggur merah (red wine) dapat mencegah penyakit jantung koroner. Perkiraan atau hipotesis ini bermula dari French Paradox. Angka kematian akibat jantung di Perancis lebih rendah daripada Amerika, padahal masyarakat Perancis mengonsumsi mentega dan makanan berlemak lebih banyak daripada Amerika. Rata-rata tekanan darah dan kadar kolesterol masyarakat Perancis juga lebih tinggi daripada Amerika. Tampaknya ini berhubungan dengan kebiasaan masyarakat Perancis yang mengonsumsi red wine setiap hari.

Berbagai penelitian kemudian dilakukan untuk mengetahui kandungan apakah yang bermanfaat pada minuman anggur, berapa besar dosis yang diperlukan sehingga bermanfaat bagi jantung, dan bagaimana mekanismenya. Adanya kandungan alkohol pada red wine memberi hipotesis bahwa alkohol inilah yang berperan. Banyak penelitian prospektif menunjukkan hubungan terbalik antara konsumsi alkohol secara ringan-menengah(60 ml/hari) dengan PJK, namun hal tersebut dapat bias karena juga dipengaruhi gaya hidup dan diet yang berbeda. Sebagian penelitian mengatakan, alkohol meningkatkan HDL, namun belum ada uji klinis yang memastikan bahwa alkohol dapat meningkatkan HDL. Penelitian menggunakan etanol murni menunjukkan bahwa etanol dapat menghambat agregasi/pengumpulan platelet yang berperan pada penyakit jantung koroner. Namun, kemampuan tersebut lebih besar pada red wine daripada etanol murni sehingga terdapat zat lain yang lebih berperan untuk menghambat agregasi platelet. Bir, minuman anggur putih (white wine), dan minuman beralkohol lainnya lebih sedikit, bahkan gagal untuk menghambat agregasi platelet.

Perkiraan zat pada red wine yang bermanfaat adalah flavonoid. Flavonoid merupakan zat seperti vitamin yang terdapat alamiah pada tanaman, termasuk teh, buah, dan sayur. Pada anggur, flavonoid terutama terdapat pada kulitnya. Steine (Circulation, 1999, vol.100) dan banyak peneliti lain mengungkapkan bahwa flavonoid bersifat anti-oksidan sehingga dapat menghambat oksidasi LDL pada dinding pembuluh koroner. Manfaat lain flavonoid adalah menghambat platelet yang berperan pada aterosklerosis. Menurut Folt dari Universitas Wisconsin, tampaknya terdapat flavonoid tertentu pada red wine yang dapat menghambat aktivitas platelet, seperti quercetin, rutin, kaempferol, apigenin, dan amentoflavon. Buah lain, seperti jeruk, yang juga mengandung flavonoid tidak dapat menghambat agregasi platelet. Faktor-faktor lain yang berperan pada aterosklerosis juga dipengaruhi oleh flavonoid pada anggur, seperti menghambat pembelahan sel otot polos pembuluh darah, memperbaiki fungsi endotel, dan menghambat ekspresi Monocyte Chemotactic Protein-1 (MCP-1). Dengan demikian, flavonoid pada red wine tampaknya memberi efek negatif pada aterosklerosis melalui berbagai mekanisme.

Flavonoid juga ditemukan pada buah anggur ungu sehingga mengonsumsi jus/sari anggur ungu juga dapat memberi efek perlindungan bagi jantung. Biji anggur sebaiknya diikutsertakan dalam membuat jus, mengingat sepertiga kandungan flavonoid terdapat pada biji. Meskipun demikian, beliau berpesan agar pasien diabetes berhati-hati terhadap kandungan gula dari jus tersebut.

Adanya efek ini pada buah anggur, seperti pada red wine, sangat menguntungkan mengingat efek samping dari alkohol yang berbahaya dan dapat berdampak adiktif dapat dihindari. Meskipun demikian, belum ada pernyataan yang memastikan hubungan antara anggur dan pencegahan PJK. Penelitian uji klinis berskala besar secara acak masih perlu banyak dilakukan. Oleh karena itu, konsumsi anggur untuk tujuan ini, terutama red wine, belum direkomendasikan resmi, termasuk oleh AHA. Khusus untuk red wine, orang yang belum mengonsumsi wine tidak direkomendasikan meminumnya untuk tujuan pencegahan PJK. Bagi yang telah biasa minum, tidak boleh melebihi 60 ml/hari.

(Andria Priyana Dokter, Tinggal di Jakarta)

Red wine dan Resveratrol: Baik untuk Jantung?



31-05-2010 | dr. Dyta Harlita

Red wine (minuman mengandung alkohol hasil fermentasi dari anggur merah) dan bahan yang terkandung di dalamnya, yang disebut resveratrol dapat menjaga kesehatan jantung. Temukan pengaruhnya untuk jantung Anda.


Red wine dalam jumlah tertentu dapat menjaga kesehatan jantung. Alkohol dan bahan lain dalam red wine yang disebut anti oksidan dapat mencegah penyakit jantung dengan meningkatkan jumlah kolesterol baik dan mencegah kerusakan pembuluh darah arteri.
Walaupun ada manfaat dari red wine, para dokter tidak menganjurkan pasien untuk mulai mengkonsumsi alkohol, karena alkohol dalam jumlah banyak mempunyai efek buruk terhadap tubuh.
Tapi para dokter setuju bahwa ada suatu bahan dalam red wine dapat menyehatkan jantung, hanya belum jelas bahan apa yang dimaksud. Beberapa peneliti berpendapat anti oksidan seperti flavonoid atau bahan lain yang disebut resveratrol dapat memberi manfaat untuk jantung. Bukan hanya anti oksidan yang memberi manfaat, tapi juga alkohol dalam red wine dapat juga bermanfaat untuk jantung.

Apa yang membuat red wine bermanfaat untuk jantung?
Studi penelitian tentang manfaat red wine untuk jantung hasilnya berbeda-beda. Beberapa penelitian menunjukkan red wine mempunyai manfaat lebih dibandingkan alkohol jenis lain, sementara penelitian lain menunjukkan red wine tidak lebih baik dari bir, white wine atau minuman beralkohol lainnya. Belum ada bukti nyata bahwa red wine lebih superior dari minuman beralkohol lainnya dalam manfaatnya untuk jantung.
Penelitian yang mendukung manfaat red wine adalah adanya anti oksidan polyphenol yang membantu melindungi lapisan pembuluh darah di jantung. Ada 2 macam anti oksidan: flavonoid dan non-flavonoid.
  • Flavonoid. Anti oksidan ini dapat ditemukan pada berbagai macam makanan, termasuk jeruk, jus anggur, apel, bawang, teh dan coklat. Terdapat juga pada minuman white wine dan bir, namun dalam jumlah kecil. Red wine memilki kadar yang lebih banyak.
  • Non-flavonoid. Anti oksidan ini ditemukan pada red wine dan dapat mencegah penyumbatan arteri dari penumpukan lemak. Tapi kebanyakan penelitian tentang ini menggunakan tikus, bukan manusia. Resveratrol adalah anti oksidan non-flavonoid yang paling banyak diteliti.
Resveratrol pada red wine
Resveratrol adalah bahan utama yang diduga dapat mencegah kerusakan pembuluh darah, mengurangi kolesterol “jahat” dan mencegah pembekuan darah.
Kebanyakan penelitian resveratrol dilakukan pada binatang, bukan manusia. Penelitian pada tikus yang diberi resveratrol menunjukkan bahwa anti oksidan juga dapat mencegah obesitas dan diabetes, yang merupakan faktor resiko penyakit jantung. Dosis resveratrol pada penelitian tikus ini bila digunakan pada manusia, maka harus mengkonsumsi 100 sampai 1000 botol red wine sehari.
Pada beberapa penelitian menunjukkan resveratrol bisa dihubungkan dengan penurunan resiko inflamasi dan pembekuan darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah resveratrol dapat mengurangi resiko ini.
Beberapa perusahaan menjual suplemen mengandung resveratrol. Tetapi belum diketahui pasti apakah suplemen ini mempunyai efek yang sama dengan anti oksidan resveratrol terhadap kesehatan jantung. Penelitian mengenai ini masih terus berlanjut.

Resveratrol pada anggur dan makanan lainnya
Resverartol pada red wine berasal dari kulit anggur. Red wine mengalami fermentasi dengan kulit anggur lebih lama dibandingkan white wine, sehingga red wine mengandung kadar resveratrol lebih banyak. Salah satu cara untuk mendapatkan resveratrol tanpa mengkonsumsi alkohol adalah dengan makan buah anggur atau minum jus anggur. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anggur yang berwarna merah dan ungu memiliki manfaat yang hampir sama untuk jantung bila dibandingkan dengan red wine.
Makanan lain yang mengandung resveratrol adalah kacang, blueberry dan cranberry. Belum diketahui bagaimana manfaatnya untuk jantung, mengkonsumsi anggur atau makanan lain bila dibandingkan dengan red wine. Kadar resveratrol pada makanan dan red wine dapat berbeda-beda.

Bagaimana alkohol bermanfaat untuk jantung?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa alkohol dalam jumlah tertentu dapat bermanfaat untuk jantung, bukan hanya alkohol dalam red wine. Ada beberapa pendapat bahwa alkohol :
  • Meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL)/kolesterol baik.
  • Menurunkan pembekuan darah.
  • Membantu mencegah kerusakan arteri yang disebabkan oleh Low Density Lipoprotein (LDL)/ kolesterol jahat.
Red wine memiliki potensi dalam mencegah penyakit jantung. Beberapa orang yang mengkonsumsi alkohol kadar tertentu termasuk red wine, sepertinya dapat menurunkan resiko penyakit jantung. Tetapi perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah red wine yang paling bermanfaat untuk jantung bila dibandingkan minuman ber-alkohol lainnya.
American Heart Association atau National Heart, Lung, and Blood Institute tidak menganjurkan konsumsi alkohol untuk mencegah penyakit jantung. Alkohol bisa menjadi adiktif dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.
Konsumsi alkohol terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah, peningkatan kadar triglyserid, kerusakan hati, obesitas, jenis kanker tertentu, dan masalah lainnya. Alkohol dalam jumlah sedikit pun dapat menyebabkan cardiomyopathy – kelemahan pada otot jantung – mengakibatkan gagal jantung pada beberapa orang. Jika Anda menderita gagal jantung atau kelemahan pada jantung, sebaiknya menghindari alkohol. Jika Anda minum Aspirin setiap hari, Anda juga harus menghindari alkohol atau sesuai saran dokter. Jika ada pertanyaan seputar manfaat atau bahaya dari alkohol, sebaiknya sampaikan pada dokter Anda.
Jika Anda mengkonsumsi red wine, harus dalam jumlah tertentu, yaitu sekitar 2 gelas kecil (shots) sehari untuk pria dan 1 gelas kecil untuk wanita. Untuk bir kurang lebih 355 ml, dan wine 148 ml. Batas untuk pria lebih tinggi dibanding wanita karena berat badan pria cenderung lebih besar dan kadar enzim untuk metabolisme alkohol lebih banyak.
Sumber : www.mayoclinic.com