Thursday, July 19, 2012

Langkah yang Harus Dilakukan Saat Kena Serangan Jantung

http://health.detik.com/read/2012/07/17/155033/1967468/766/langkah-yang-harus-dilakukan-saat-kena-serangan-jantung
Selasa, 17/07/2012 16:02 WIB
Putro Agus Harnowo - detikHealth


Jakarta - Serangan jantung akut merupakan keadaan darurat medis. Kondisi ini terjadi jika arteri jantung tiba-tiba tersumbat dan otot jantung yang disuplai mulai mati. Karena berakibat fatal, penanganan medis yang cepat dibutuhkan untuk menyelamakan nyawa pasien.

"Hampir setengah pasien serangan jantung meninggal karena serangan tiba-tiba dan pasien tidak berhasil dibawa ke rumah sakit. Mempelajari tanda-tanda serangan dan apa langkah yang harus diambil dapat menyelamatkan nyawa," kata Dr Joseph Ornato dari University of Virginia seperti dilansirahajournals.org, Selasa (17/7/2012).



img


Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan agar selamat dari serangan jantung.


1. Kenali gejala awal serangan jantung
img


Gejala klasik dari serangan jantung akut adalah tekanan atau nyeri yang intens di dada dan seringkali menjalar ke rahang atau lengan kiri. Biasanya juga disertai dengan keluar banyak keringat dingin atau rasa ketakutan yang mencekam.

Terkadang rasa tak nyaman yang dirasakan relatif ringan dan dialami di punggung, perut, bahu, atau lengan. Tiba-tiba, penderita mengalami sesak napas, mual dan muntah, atau hanya rasa mulas. Gejala yang tidak umum ini lebih sering dialami wanita.



2. Bersiap jika sewaktu-waktu terjadi serangan
img


Jika memiliki riwayat masalah jantung, bawalah obat resep dokter dan aspirin setiap saat. Jika menggunakan tabung oksigen, selalu bawa agar tak sulit mencari. Bawa juga kartu di dompet yang berisi daftar obat yang diresepkan dan obat yang menyebabkan alergi untuk membantu tim medis memberikan penanganan. Jangan lupa selalu membawa ponsel agar mudah memanggil bantuan.


3. Segera panggil bantuan
img


Jika mengalami gejala yang diduga serangan jantung, terutama apabila memiliki faktor risikonya, segera hentikan segala aktifitas dan panggil bantuan medis. Pinggirkan mobil jika sedang menyetir atau duduk sejenak jika sedang berjalan. Biasanya yang paling aman adalah menelepon ambulans.

Sekitar 90% orang yang menderita serangan jantung dapat bertahan hidup jika berhasil tiba di rumah sakit dalam keadaan hidup. Jika tidak bisa mendapat layanan medis, segera cari bantuan orang lain untuk membawa ke sana.



4. Mengunyah aspirin sambil menunggu bantuan datang


img


Sambil menunggu bantuan datang, kunyahlah aspirin (162 mg - 325 mg) untuk membantu mencegah pembekuan darah lebih lanjut. Aspirin yang dikunyah lebih cepat masuk dalam aliran darah daripada aspirin yang diminum. Aspirin biasa lebih manjur dibanding enterik berlapis atau buffered aspirin. Sebisa mungkin, hancurkan tablet sebelum ditelan.


5. Pengobatan lain selain aspirin


img


Aspirin dapat memperburuk beberapa kondisi, jadi tanyakan dulu kepada dokter apakah aspirin cukup aman diminum. Jika pasien telah diresepkan obat nitrat, segera minum obatnya. Jika membawa tangki oksigen, gunakan segera begitu merasakan serangan jantung.


6. Hentikan aktifitas dan tetap tenang


img
Jika tidak bisa mendapat bantuan medis dengan cepat, cobalah untuk tetap tenang, hentikan segala aktifitas dan jangan lakukan banyak gerakan. Banyak bergerak dapat memperburuk kerusakan tubuh akibat serangan jantung.

Jika bisa bertahan dari serangan jantung, patuhi saran dokter untuk pemulihan. Perawatan jangka pendek penting untuk meminimalkan kerusakan. Perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut atau serangan jantung kedua.

Pantangan Buat Orang yang Punya Kolesterol Tinggi

http://health.detik.com/read/2012/07/19/122313/1969425/763/pantangan-buat-orang-yang-punya-kolesterol-tinggi


Kamis, 19/07/2012 12:23 WIB
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img

Jakarta - Penyakit klesterol tinggi tidak selalu harus disembuhkan dengan obat. Hingga tingkat keparahan tertentu, gangguan ini masih bisa diatasi dengan mengubah pola makan yakni membatasi jenis makanan yang kandungan kolesterolnya tinggi.

Pembatasan menu makan perlu dilakukan karena jenis makanan tertentu memiliki kandungan kolesterol jahat yang sangat tinggi. Sayangnya lagi, sebagian besar dari makanan yang harus dihindari atau dibatasi justru berasal dari kelompok makanan enak.

Berikut ini contoh makanan enak yang harus jadi pantangan bagi penderita kolesterol tinggi seperti dirangkum detikHealth, Kamis (19/7/2012).
  
1. Cumi-cumi
Bagi penderita kolesterol tinggi, cumi-cumi sebaiknya dihindari karena kadar kolesterol yang terkandung di dalamnya lumayan tinggi, mencapai 260 mg/100 g bahan. Referensi lain menyebutkan kandungan kolesterol cumi-cumi sekitar 1170 mg.
 
img

Normalnya manusia butuh 1100 miligram kolesterol/hari untuk memelihara dinding sel dan fungsi fisiologis lainnya. Dari jumlah tersebut, 25-40 persen (200-300 mg) berasal dari makanan dan selebihnya disintesis oleh tubuh.

2. Kuning telur
Satu butir telur ayam rata-rata mengandung sekitar 212-213 mg kolesterol, terutama di bagian kuning telurnya. Kadar ini cukup tinggi sehingga harus dibatasi jika seseorang memiliki riwayat kolesterol tinggi. Bukan dihindari sama sekali, sebab putih telur merupakan sumber protein yang sangat baik.

img












3. Otak sapi
Dalam setiap 10 gram otak sapi, rata-rata terkandung 2.100 mg kolesterol. Karena kandungan kolesteroolnya sangat tinggi, otak sapi tidak boleh terlalu banyak dikonsumsi kalau tidak ingin penyakit hiperkolesterolemianya kambuh.

img













4. Telur puyuh
Beberapa sumber menyebutkan, tiap butir telur puyuh mengandung 3.640 mg kolesterol. Kadar ini bahkan lebih tinggi dibanding telur ayam. Meski sumber lain mengatakan kadar kolesterolnya sama saja dengan telur ayam, tidak ada salahnya membatasi diri untuk tidak mengonsumsinya berlebihan.


img













5. Gorengan
Kadar kolesterol yang terkadung dalam gorengan bervariasi tergantung bahan baku yang digunakan. Namun yang penting untuk diperhatikan adalah, gorengan sering dimasak dengan minyak yang dipakai berulang-ulang. Padahal kalau sudah lebih dari 2 kali pakai ulang, strukturnya berubah jadi trans minyak yang berbahaya.


img













6. Gajih sapi dan kambing
Dibandingkan daging sapi atau kambing, bagian lemak atau gajihnya memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi. Jika dalam daging hanya ada sekitar 10 mg kolesterol, maka di dalam gajih kambing maupun sapi kadarnya bisa mencapai 13 mg.


img













7. Udang, kepiting, kerang
Seperti halnya cumi-cumi, berbagai makanan yang masuk kategori seafood juga mengandung kolesterol meski kadarnya lebih rendah. Jika dalam cumi-cumi terkandung rata-rata 260 mg kolesterol, maka dalam udang, kerang dan kepiting rata-rata hanya sekitar 165 mg meski tetap harus dibatasi kalau sudah punya riwayat kolesterol tinggi.

 img

Tuesday, July 10, 2012

Sitting for More Than Three Hours a Day Cuts Life Expectancy

http://online.wsj.com/article/SB10001424052702303343404577516853567934264.html?mod=e2tw


Sitting down for more than three hours a day can shave a person's life expectancy by two years, even if he or she is physically active and refrains from dangerous habits like smoking, according to a study to be published on Tuesday in the online journal BMJ Open.
Sitting down for more than three hours a day can shave life expectancy by two years, even if you're physically active and refrain from dangerous habits like smoking, according to a new study. Andrew Seidman has details on Lunch Break. (Photo: Scott Dalton for The Wall Street Journal)
Watching TV for more than two hours a day can exacerbate that problem, decreasing life expectancy by another 1.4 years, said the report, which analyzed five underlying studies of nearly 167,000 people over a range of four to 14 years.
The meta-analysis comes just two years after Australian researchers found that people who said they watched TV for more than four hours a day were 46% more likely to die of any cause than people who said they spent less than two hours a day watching TV. Those watching TV more than four hours a day were also 80% more likely to die of cardiovascular disease.
"Sedentary behavior is something we need to take note of beyond telling people to get 30 minutes of activity a day," said Peter T. Katzmarzyk, one of the lead researchers for the study and a professor of population science at the Pennington Biomedical Research Center in Baton Rouge, La.
"We have people who can meet that guideline," explained Dr. Katzmarzyk. "However, if you're sedentary or sitting the other 20 hours a day, you're still going to be at risk for that."
But while the evidence linking sedentary behavior to various illnesses is mounting, it remains difficult for many people to find time to get on their feet, especially if they work desk jobs.
"Try to stand as much as you can," Dr. Katzmarzyk said. "Typically when you're on the telephone you can stand with speaker phone. Instead of emailing someone in the office, just get up and go talk to them."
[image]SuperStock
When you're sitting and completely inactive, 'you run into trouble managing blood glucose,' a researcher said.
However, Dr. Katzmarzyk added, standing shouldn't be an alternative to exercising, but an alternative to sitting. "Several studies show that when you're sitting, your leg muscles are completely inactive," he said. "When you're sitting and completely inactive, this is when you run into trouble managing blood glucose."
Researchers determined the prevalence of sedentary behavior by using the National Health and Nutrition Examination Survey, which provided data on sitting habits between 2009 and 2010. The most recent available data on TV viewing was between 2005 and 2006.
When looking at the five underlying studies, the researchers eliminated data on patients with existing diseases and were therefore more likely to be sitting a lot.
One of the analysis's limitations was that it relied on self-reporting, as people tend to underestimate how much sitting they do, Dr. Katzmarzyk said.
The study bolsters an emerging body of research that points to a number of dangers associated with leading a sedentary lifestyle.
Last year, scientists found that people who worked 10 years in sedentary jobs, or jobs that don't require a lot of energy expenditure, had twice the risk of colon cancer and a 44% increased risk of rectal cancer, compared with people who had never worked sedentary jobs.
And in March, scientists found that the rate of cancers linked to obesity and lack of physical activity, such as cancers of the kidney, pancreas, lower esophagus and uterus, rose every year from 1999 through 2008.
A version of this article appeared July 10, 2012, on page D4 in the U.S. edition of The Wall Street Journal, with the headline: Sitting for More Than Three Hours a Day Cuts Life Expectancy.