Thursday, June 7, 2012

Gaya Pengasuhan Ayah dan Ibu Memang Beda

http://www.gatra.com/kesehatan/73-kesehatan/13560-gaya-pengasuhan-ayah-dan-ibu-memang-beda


Jakarta - Orangtua mungkin tidak menyadari, sebenarnya gaya pengasuhan antara ayah dan ibu berbeda. Hal ini dikarenakan, pada dasarnya gender laki-laki dan perempuan berbeda, baik dalam pola kehidupan, latar belakang maupun pekerjaannya. Namun begitu, keduanya tetap harus sinergis dalam membangun kehidupan anak.

Roslina Verauli, psikolog dari Universitas Tarumanegara, dalam Konferensi Keluarga Cerdas, di JIExpo, Jakarta, Sabtu (2/6), menjelaskan, gaya pengasuhan ibu, sangat cocok kepada bayi karena memiliki sifat yang lebih afeksi dan perasaan, yaitu hingga usia 6 tahun ke atas. Selebihnya, ibu tetap boleh memberikan kasih sayang dan perhatian, tetapi caranya berbeda dengan sebelumnya, dan membiarkan ayah lebih berperan.

“Sampai di atas umur 6 tahun, peranan ibu harus sudah mulai dikurangi. Berikutnya, biarkan ayahnya yang terlibat. Namun, tetap harus diingat bahwa keduanya harus terlibat secara aktif. Ibu tetap boleh memberikan perhatian, tapi caranya beda, misalnya dengan mengecek cara belajar anak,” ujar Vera.  

Selanjutnya, Vera menjelaskan bahwa perbedaan pada gaya ayah dan ibu sangat wajar, mengingat pada bapak-bapak, secara fisik memang lebih kuat dari ibu-ibu. Selain itu, secara umum bapak-bapak adalah breadwinners (pencari nafkah, Red.) dalam keluarga.

“Karena itu, sebetulnya hasrat berprestasi pada anak justru ditumbuhkan hubungan interaksi anak dengan bapaknya, misalnya ketika ayah dan anak sedang bermain games, mapun permainan lainnya. Ada hasrat tersendiri bagi anak untuk berprestasi di depan ayahnya,” ujar Vera.

Vera menambahkan, selain bermain, hubungan ayah dan anak ini juga harus didorong oleh adanya komunikasi dan diskusi mengenai visi dan misi tentang kehidupan. Ayah, harus membantu anak menentukan visi dan misinya.

“Ajak anak ke kantor ayahnya, kemudian, biarkan ia melihat bagaimana ayahnya mempu menyelesaikan suatu masalah dan mengambil keputusan. Sehingga, anak dapat belajar banyak tentang kehidupann dan visi ke depan,” jelasnya.

Tambahnya, dengan cara bermain kasar dan keras, anak-anak mampu tumbuh perasaan kompeten  dan mampu menyelesaikan sesuatu, sehingga timbul percaya diri.

Namun, Vera menjelaskan bahwa ayah dan ibu tetap memiliki peranan ayng sama besarnya dalam membangun anak. Kalau ayah lebih ke[ada membangun visi dan misi, dan menumuhkan kompetensi dan percaya diri. Ibu lebih kepada memberikan kasih sayang, sentuhan, memeluk , memberikan contoh kasih sayang, ataupun mengajak anak ngobrol.

Ia menambahkan, apabila ada orangtua yang bergerak sendiri (single parent, Red.), atau salah satu dari pasangannya bekerja di tempat yang jauh, maka orangtua yang terdekat dengan anak, dapat memberikan figur maupun sosok pengganti agar anak-anak tetap memiliki figur yang jelas.

“Misalnya, apabila sang ayah bekerja di pengilangan minyak yang hanya pulang setahun sekali, maka sang ibu boleh mencarikan figur dari orang terdekat lain seperti om maupun kakek dari sang anak. Sehingga sang anak tetap mendaptkan figur seorang laki-laki,” ujar Vera. 

Water with Meals: How Much and When to Drink Up

http://caloriecount.about.com/water-meals-much-drink-up-b574092?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=newsletter_20120606&utm_term=title1
By carolyn_r on Jun 06, 2012 10:00 AM in Healthy Eating






A drink of water could do much more than keep you hydrated. A number of new studies outline how a drink of water can change food preferences and help you lose weight.

Food-and-Drink Pairings Matter
Whether it's a piece of chicken, a burger, or a burrito, the familiar fast food combo is paired with a sugar-sweetened beverage. A new study suggests drinking water with meals may help change your food preferences which could lead to healthier food choices. Preschoolers were found to eat more raw vegetables with water than with a sugar-sweetened beverage. Young adults between the ages of 19 and 23 were also studied and their preferences were similar. They paired sugary beverages with salty, high-calorie snacks. Study author T. Bettina Cornwell of the University of Oregon suggests serving water with meals could mean eating more vegetables in the long run.

Water or Diet Soda Switch Means Weight Loss

American teens get around 300 calories a day from sugar-sweetened beverages, while adult men get 178, and women around 100 calories. But could those last five pounds be lost simply by changing your drink of choice? Perhaps. The CHOICE study found that middle-aged adults who had the same caloric intake lost more weight when they switched from sugary beverages to diet soda or water during meals. The simple switch accounted for an average weight loss of 2% to 2.5%. Aside from the obvious calorie reduction, another reason to quench your thirst with water as opposed to a sugary beverage is you'll eat less. A study by researchers at the University of North Carolina at Chapel Hill found water drinkers at 8% less at meal time.

Drink Before, During or After a Meal?

Aside from drinking water when you wake, and in between meals, there's some wiggle room about getting the timing right at meal time. Drinking water just prior to a mealhas been shown to lower energy intake which could lead to weight loss, but drinking it during or after a meal is not better or worse. Because there's no definitive research that says drinking water during meal time is a hindrance to digestion, drink up. Because an estimated 75% of Americans are chronically dehydrated, not drinking is far worse than bad timing. According to the Institutes of Medicine, an adequate intake (AI) for men is roughly 3 liters (about 13 cups) of total beverages a day, while a woman's is 2.2 liters (about 9 cups). 

Saturday, June 2, 2012