Monday, October 27, 2014

NEUROHACKS: Why your body jerks before you fall asleep

http://www.bbc.com/future/story/20120522-suffer-from-sleep-shudders


TOM STAFFORD

Why your body jerks before you fall asleep
(Copyright: Science Photo Library)



If you have ever wondered why people’s arms and legs twitch suddenly as they are drifting off to sleep, our resident psychologist Tom Stafford has the answer.

As we give up our bodies to sleep, sudden twitches escape our brains, causing our arms and legs to jerk. Some people are startled by them, others are embarrassed. Me, I am fascinated by these twitches, known as hypnic jerks. Nobody knows for sure what causes them, but to me they represent the side effects of a hidden battle for control in the brain that happens each night on the cusp between wakefulness and dreams.

Normally we are paralysed while we sleep. Even during the most vivid dreams our muscles stay relaxed and still, showing little sign of our internal excitement. Events in the outside world usually get ignored: not that I’d recommend doing this but experiments have shown that even if you sleep with your eyes taped open and someone flashes a light at you it is unlikely that it will affect your dreams.

But the door between the dreamer and the outside world is not completely closed. Two kinds of movements escape the dreaming brain, and they each have a different story to tell.

Brain battle
The most common movements we make while asleep are rapid eye-movements. When we dream, our eyes move according to what we are dreaming about. If, for example, we dream we are watching a game of tennis our eyes will move from left to right with each volley. These movements generated in the dream world escape from normal sleep paralysis and leak into the real world. Seeing a sleeping persons' eyes move is the strongest sign that they are dreaming.
Hypnic jerks aren't like this. They are most common in children, when our dreams are most simple and they do not reflect what is happening in the dream world - if you dream of riding a bike you do not move your legs in circles. Instead, hypnic jerks seem to be a sign that the motor system can still exert some control over the body as sleep paralysis begins to take over. Rather than having a single “sleep-wake” switch in the brain for controlling our sleep (i.e. ON at night, OFF during the day), we have two opposing systems balanced against each other that go through a daily dance, where each has to wrest control from the other.
Deep in the brain, below the cortex (the most evolved part of the human brain) lies one of them: a network of nerve cells called the reticular activating system. This is nestled among the parts of the brain that govern basic physiological processes, such as breathing. When the reticular activating system is in full force we feel alert and restless - that is, we are awake.
Opposing this system is the ventrolateral preoptic nucleus: 'ventrolateral' means it is on the underside and towards the edge in the brain, 'preoptic' means it is just before the point where the nerves from the eyes cross. We call it the VLPO. The VLPO drives sleepiness, and its location near the optic nerve is presumably so that it can collect information about the beginning and end of daylight hours, and so influence our sleep cycles.
As the mind gives in to its normal task of interpreting the external world, and starts to generate its own entertainment, the struggle between the reticular activating system and VLPO tilts in favour of the latter. Sleep paralysis sets in. What happens next is not fully clear, but it seems that part of the story is that the struggle for control of the motor system is not quite over yet. Few battles are won completely in a single moment. As sleep paralysis sets in remaining daytime energy kindles and bursts out in seemingly random movements. In other words, hypnic jerks are the last gasps of normal daytime motor control.
Some people report that hypnic jerks happen as they dream they are falling or tripping up. This is an example of the rare phenomenon known as dream incorporation, where something external, such as an alarm clock, is built into your dreams. When this does happen, it illustrates our mind's amazing capacity to generate plausible stories. In dreams, the planning and foresight areas of the brain are suppressed, allowing the mind to react creatively to wherever it wanders - much like a jazz improviser responds to fellow musicians to inspire what they play.
As hypnic jerks escape during the struggle between wake and sleep, the mind is undergoing its own transition. In the waking world we must make sense of external events. In dreams the mind tries to make sense of its own activity, resulting in dreams. Whilst a veil is drawn over most of the external world as we fall asleep, hypnic jerks are obviously close enough to home - being movements of our own bodies - to attract the attention of sleeping consciousness. Along with the hallucinated night-time world they get incorporated into our dreams.
So there is a pleasing symmetry between the two kinds of movements we make when asleep. Rapid eye movements are the traces of dreams that can be seen in the waking world. Hypnic jerks seem to be the traces of waking life that intrude on the dream world.

Thursday, October 23, 2014

Out of Breath, Karakter Unik Generasi O Indonesia

http://www.the-marketeers.com/archives/out-of-breath-karakter-unik-generasi-o-indonesia.html
By Darus Salam


Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia dan Country Manager Sun Life Financial Group di Indonesia (kiri) bersama Presiden Sun Life Financial Asia, Kevin D. Strain, Elin Waty, Chief Distribution Officer PT Sun Life Financial Indonesia (kanan) (Sumber: Dokumentasi Sun Life Financial)

Sun Life Financial Asia baru saja merilis indeks hasil studi tentang kesehatan orang-orang di kawasan Asia. Dari tiga karakteristik yang akhirnya memunculkan istilah generasi O, yaitu overworked (bekerja berlebihan), overweight (kelebihan berat badan), dan overwhelmed (kelelahan), orang Indonesia memiliki satu tambahan, yaitu out of breath (tersengal-sengal).

Dari 729 responden di Indonesia, mayoritas atau 21% mengatakan mengalami gangguan pernapasan akibat kualitas udara yang buruk. Selain itu, masyarakat Indonesia juga tergolong sebagai perokok terberat di Asia. Bila hanya 14% responden di negara-negara lain yang mengaku merokok lebih dari sekali dalam sehari, di Indonesia ada 21% yang mengaku melakukannya.

Di samping udara yang tidak sehat, responden di Indonesia memiliki tiga masalah kesehatan utama lain, yaitu diabetes (26%), obesitas (23%), dan serangan jantung atau stroke (21%).

"Survei ini merepresentasikan hal yang terjadi saat ini dan kami akan melakukan survei ini secara berkesinambungan. Kami melihat Indonesia adalah negara yang penting. Kami senang dapat membawa indeks kesehatan ini ke Indonesia," ujar Kevin D. Strain, Presiden Sun Life Financial Asia pada pemaparan hasil studi di Jakarta, Rabu (22/10/2014).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia Eddy Belmans mengatakan Generasi O di Indonesia tidak berbeda dengan generasi O lain di negara-negara Asia. "Ini adalah generasi yang sibuk dan menginginkan banyak perubahan. Hanya saja, mereka belum bergerak untuk mewujudkannya," terang Eddy.

Dengan mempertimbangkan tren dan berbagai risiko tersebut, ditambah potensi jasa pengelolaan keuangan yang besar, Sun Life Financial Indonesia pun merasa perlu memberikan perlindungan yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. Kevin mengatakan Sun Life Financial telah menginvestasikan dana senilai US$ 40 juta untuk memperluas akses keagenan dan masuk ke kota-kota besar kedua di Indonesia.

Sunday, October 19, 2014

Menyusui Bayi Adopsi atau Bayi yang Dilahirkan oleh Ibu Pengganti

Breastfeeding Inc.
http://www.breastfeedinginc.ca/content.php?pagename=doc-BABB-indo

Anda ingin menyusui bayi Anda yang dilahirkan oleh ibu pengganti atau bayi adopsi? Hebat! Bukan hanya mungkin, ada kemungkinan Anda akan dapat memproduksi ASI yang cukup. Memang akan berbeda dengan menyusui bayi yang telah Anda kandung selama beberapa bulan. Dengan niat dan tekad yang kuat, Anda akan merasakan ikatan batin yang indah karena menyusui dan Anda dan bayi akan mendapat manfaat dari pengalaman ini.

Menyusui dan ASI

Ada dua masalah dalam menyusui bayi yang diadopsi atau dilahirkan oleh ibu pengganti. Pertama adalah membuat bayi Anda mau menyusu. Yang kedua adalah menghasilkan ASI. Adalah penting untuk mengatur harapan Anda pada tingkat yang masuk akal karena hanya sebagian kecil wanita bisa menghasilkan jumlah ASI yang cukup untuk kebutuhan bayi. Bagaimanapun, menyusui lebih dari sekedar memberi ASI dan banyak ibu yang merasa bahagia dengan menyusui tanpa berharap dapat memproduksi seluruh ASI yang dibutuhkan bayinya. Ibu-ibu tadi lebih mencari hubungan dan kedekatan yang istimewa, dan keterikatan emosional dari proses menyusui. Seperti yang dikatakan oleh seorang ibu yang mengadopsi, "Saya ingin menyusui. Jika bayi bisa sekaligus mendapat ASI, itu bagus".
            
Membuat bayi mau menyusu

Meskipun banyak orang tidak percaya bahwa mengenalkan botol sejak awal dapat mengganggu proses menyusui, mengenalkan dot di usia dini memang dapat mengganggu proses menyusui. Semakin cepat bayi menyusu ke payudara semakin baik. Semakin Anda bisa mencegah bayi menggunakan botol sebelum Anda mulai menyusui, semakin baik. Namun bayi membutuhkan aliran dari payudara agar ia mau tetap melekat dan terus menghisap, terutama jika bayi telah terbiasa mendapat aliran dari botol atau metode minum yang lain (minum dari gelas, menghisap melalui jari). Jadi apa yang bisa dilakukan?


  1. Bicaralah dengan tenaga kesehatan di mana bayi akan dilahirkan dan beritahu kepala perawat dan konsultan laktasi bahwa Anda berencana menyusui sang bayi. Mereka seharusnya mau mengakomodasi keinginan Anda untuk memberi minum bayi dengan gelas atau menyusu dengan bantuan jari, jika Anda tidak bisa menyusui segera setelah bayi lahir. Sebenarnya, saat ini sudah sering dibuat pengaturan di mana Anda dapat hadir pada saat bayi lahir dan dapat segera mengambil bayi ke payudara Anda. Semakin awal dimulai, semakin baik. Situasi ini harus didiskusikan sejak awal dengan wanita yang akan melahirkan (ibu biologis) dan jika ada pengacara, biacarakan juga dengannya.
  2. Terus lakukan kontak kulit dengan bayi Anda, Anda tidak berpakaian dari pinggang ke atas dan bayi Anda hanya mengenakan popok, adalah sangat penting pada masa-masa ini. Kontak kulit ini akan memantapkan pertukaran informasi sensoris yang penting antara Anda dan bayi Anda serta membantu bayi menstabilkan beberapa proses fisiologis dan metabolik: mempertahankan kadar gula darah, denyut jantung, laju pernafasan, tekanan darah dan saturasi (kejenuhan) oksigen. Pada saat yang sama, kontak erat antara Anda dan bayi membuat bayi yang tanpa bakteri (saat lahir) mengalami kolonisasi bakteri yang sama dengan Anda. Lebih jauh lagi, memantapkan bayi dengan tempat barunya sambil mendorong bayi untuk menyusu sekaligus membantu Anda untuk memproduksi ASI.
  3. Beberapa ibu pengganti (atau dalam kasus adopsi, ibu biologis) ingin menyusui bayi pada hari-hari pertama. Pada kasus adopsi, ada sedikit kekhawatiran yang diungkapkan oleh pekerja sosial bahwa hal ini dapat menyebabkan ibu biologis berubah pikiran. Ini mungkin saja terjadi, dan mungkin Anda tidak mau mengambil risiko itu. Hal ini dapat menimbulkan perasaan kecewa dan penyesalanantara ibu pengganti dan ibu biologis. Ini adalah kemungkinan secara teoritis tapi akan membantu jika ibu biologis menyusui bayi sehingga bayi belajar menyusu. Ini memungkinkan bayi menyusu, mendapat kolostrum dan tidak mendapat tambahan asupan selain ASI sejak awal. Pilihan lainnya adalah dengan meminta ibu yang melahirkannya untuk memerah ASI pada beberapa minggu pertama sehingga Anda dapat memberikan ASI perah sebagai tambahan ASI Anda sendiri, menggunakan alat bantu menyusui pada payudara (lihat bagian ’s’).
  4. Pelekatan yang baik menjadi semakin penting ketika ibu tidak memiliki pasokan ASI yang penuh. Pelekatan yang baik biasanya berarti menyusui tanpa rasa sakit. Pelekatan yang baik berarti bayi mendapat ASI Anda lebih banyak, tanpa memandang apakah ASI Anda berlimpah atau minimal. (Lihat lembar informasi Ketika Melekat/When Latching).
  5. Jika bayi Anda perlu mendapat suplementasi (tambahan asupan), maka sebaiknya dilakukan dengan alat bantu menyusui dengan saat bayi sedang menyusu pada payudara (lihat lembar informasi Alat Bantu Menyusui/Lactation Aid). Bayi belajar menyusu dengan menyusu pada payudara, bukan dengan menyusu dengan gelas, jari atau dengan botol. Tentu saja Anda dapat menggunakan ASI yang telah Anda perah sebelumnya. Anda juga bisa mendapatkan ASI dari Bank ASI jika tersedia, karena merupakan yang terbaik kedua setelah ASI perah Anda. Dengan alat bantu menyusui, bayi Anda akan tetap menyusu meskipun mendapat tambahan asupan; lagi pula, bukankah Anda inginmenyusui bayi Anda?
  6. Jika Anda mengalami kesulitan untuk membuat bayi Anda menyusu, datanglah ke klinik laktasi sesegera mungkin untuk mendapat bantuan. Bahkan, Anda perlu didampingi oleh seorang konsultan laktasi atau seseorang yang berpengalaman membantu ibu menyusui.
Menghasilkan ASI

Segera sesudah bayi di dekat Anda, kontak klinik menyusui dan persiapkan pasokan ASI Anda. Pahami bahwa Anda mungkin tidak akan pernah menghasilkan pasokan yang cukup untuk bayi Anda, meskipun ada kemungkinan Anda dapat mencukupinya. Jangan putus asa dengan jumlah ASI yang berhasil diperah sebelum bayi Anda lahir, karena pompa tidak pernah bisa mengeluarkan ASI sebanyak bayi yang melekat dan mengisap dengan baik. 

Tujuan utama dari memompa ASI sebelum bayi lahir adalah untuk mengeluarkan ASI dari payudara, sehingga payudara dapat menghasilkan lebih banyak, bukan hanya untuk membuat simpanan pasokan ASI sebelum bayi lahir, meskipun hal ini juga baik jika bisa dilakukan.

Di bawah ini dibahas penggunaan obat-obatan pada poin A dan B, membantu Anda mempersiapkan payudara untuk menghasilkan ASI. Kita berusaha membuat tubuh Anda berpikir bahwa Anda sedang hamil. Obat-obatan bukanlah persyaratan mutlak bagi Anda untuk menghasilkan ASI, tapi dapat membantu Anda menghasilkan lebih banyak.
  1. Hormon–Estrogen dan Progesteron. Jika Anda mengetahui dari jauh-jauh hari, katakanlah paling tidak 3 atau 4 bulan, perawatan dengan kombinasi estrogen dan progesteron dapat membantu mempersiaplan payudara Anda untuk menghasilkan ASI. Pil KB adalah salah satu cara mendapatkan hormon ini, tapi lewatkan plasebonya (pil gula selama satu minggu setiap empat minggu) dan lanjutkan ke paket berikutnya; cara lainnya adalah menggunakan koyo estrogen ditempelkan di payudara ditambah progesteron oral. Dapatkan informasi mengenai protokol ini dari klinik dan lihat Protokol Newman-Goldfarb untuk Induksi Laktasi di www.asklenore.info. Kami menyarankan Anda mengkonsumsi hormon-hormon ini sampai 6 minggu sebelum bayi lahir.
  2. Domperidone. Lihat lembar informasi Domperidone, Memulai Penggunaan/Domperidone, Getting Started dan Domperidone, Mengakhiri Penggunaan/Domperidone, Stopping). Dosis awalnya adalah 30 mg tiga kali sehari, tetapi kami pernah menggunakan hingga dosis 40 mg 4 kali sehari. Domperidone dilanjutkan ketika hormon telah dihentikan. Biasanya perlu meneruskannya selama beberapa bulan setelah Anda mulai menyusui. Lihat lembar-lembar informasi tersebut untuk informasi lebih lanjut. Tanyakan di klinik.
  3. Memompa. Jika memungkinkan, sewalah sebuah pompa elektrik dengan pompa ganda. Memompa kedua payudara pada saat yang sama menghemat separuh dari waktu yang biasa, dan menghasilkan produksi ASI yang lebih baik. Mulailah memompa saat Anda menghentikan pil KB. Lakukan yang memungkinkan. Jika memungkinkan dua kali sehari pada awalnya, maka lakukan dua kali sehari. Jika bisa melakukan satu kali sehari selama hari kerja, tetapi bisa enam kali sehari pada akhir pekan, lakukan demikian. Pasangan Anda juga dapat membantu stimulasi puting (lihat lembar informasi Memerah ASI/Expressing Milk)
Tapi akankah saya menghasilkan seluruh ASI yang dibutuhkan bayi?

Mungkin ya, mungkin tidak. Jika tidak, tetap susui bayi Anda, biarkan diri Anda dan bayi menikmati hubungan istimewa yang terjadi saat menyusui. Dalam kasus apapun, sedikit ASI lebih baik daripada tidak sama sekali.

Sangat Penting: 
jika Anda memutuskan mengkonsumsi obat-obatan (hormon dan/atau domperidone), dokter keluarga Anda harus mengerti apa yang Anda minum dan mengapa Anda meminumnya. Adalah penting untuk menjalani pemeriksaan fisik dan tekanan darah sebelum memulai protokol ini. Efek samping yang signifikian jarang terjadi, tapi tidak berarti tidak mungkin terjadi. Anda perlu dipantau oleh dokter Anda, dan segera setelah bayi Anda bersama Anda, dokter anak Anda perlu mengetahui bahwa Anda menyusuinya dan perlu memantau kemajuan bayi seperti bayi-bayi lainnya.

Pertanyaan? 
Pertama-tama kunjungi laman nbci.ca atau drjacknewman.com. Jika informasi yang Anda butuhkan tidak ada, klik Contact Us dan tulis pertanyaan Anda ke dalam email. 

Informasi juga tersedia di dalam Dr. Jack Newman's Guide to Breastfeeding (atau The Ultimate Breastfeeding Book of Answers); dan/atau DVD kami, 

Dr. Jack Newman's Visual Guide to Breastfeeding (tersedia dalam bahasa Perancis atau dengan teks dalam bahasa Spanyol, Portugis dan Itali); dan/atau The Latch Book and Other Keys to Breastfeeding Success; dan/atau L-eat Latch and Transfer Tool; dan/atau GamePlan for Protecting and Supporting Breastfeeding in the First 24 Hours of Life and Beyond.

untuk membuat perjanjian dengan klinik kami kunjungi www.nbci.ca. jika Anda kesulitan mengirim email atau mendapat akses internet, hubungi (416) 498-0002.
Menyusui Bayi Adopsi atau Bayi yang Dilahirkan oleh Ibu Pengganti , 2009©
Written and revised (under other names) by Jack Newman, MD, FRCPC, 1995-2005©
Revised by Jack Newman MD, FRCPC, IBCLC and Edith Kernerman IBCLC, 2008, 2009©