Sunday, September 2, 2012

ASI, Cairan Ampuh Membangun Sistem Imun

http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/99605

Semua pasti tahu, Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan paling ampuh dalam membangun sistem imun anak. Tetapi, bagaimana dengan pemberian imunisasi untuk anak? Jika anak sudah mendapatkan kekebalan dari ASI, apa mereka masih perlu diberi imunisasi? ASI memang memberikan dasar imun, tapi ASI saja tidak cukup untuk melindungi anak dari penyakit-penyakit ganas.

Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Sri Rezeki Hadinegoro, menguraikan, sampai saat ini masih terjadi pro kontra tentang ASI. Ada berpendapat, ASI bisa mewujudkan kekebalan alamiah. Jadi anak ASI tidak perlu lagi diimunisasi. "Memberikan ASI secara benar dapat membebaskan bayi dari berbagai penyakit, jadi, pastikan bayi mendapatkan ASI eksklusif hingga usia enam bulan. Selain mengandung zat gizi yang dibutuhkan, ASI kaya zat imun pencegah penyakit. Namun, ASI tidak bisa menggantikan imunisasi, karena tidak mencukupi untuk membentuk kekebalan spesifik. Air susu ibu memperkuat pertahanan tubuh secara umum, tapi tidak membentuk kekebalan spesifi k terhadap kuman yang berbahaya," tambahnya.

Bila jumlah kumannya banyak dan ganas, dikhawatirkan perlindungan umum (alami) tidak mampu melindungi kesehatan bayi. Hal yang diperhatikan dan terlupakan adalah keteraturan dalam pemberian imunisasi. Menurut Sri, imunisasi sebaiknya dilakukan sesuai jadwal dan melakukan imunisasi ulangan sesuai usia yang telah ditentukan. Sebagian besar vaksin dasar diberikan pada usia enam bulan pertama kehidupan.

Beberapa jenis vaksin memerlukan pemberian ulangan setelah umur satu tahun, tujuannya untuk mempertahankan kadar antibodi dalam jangka waktu lama. Demi mendapatkan hasil optimal, cara pemberian imunisasi dan penyimpanan vaksin perlu diperhatikan dengan baik. Begitu pula dalam memberikan imunisasi. Ada beberapa tahap dalam pemberian imunisasi. Pertama pada usia 0-7 hari, berupa imunisasi HB uninject, yaitu imunisasi untuk penyakit Hepatitis B. Kedua usia 0-1 bulan, imunisasi BCG merupakan imunisasi untuk penyakit Tuberkulosis (TBC).

Ketiga usia 2 bulan, yaitu imunisasi DPT-1 untuk penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Keempat pada bayi berusia 3 bulan, berupa imunisasi DPT-2, HB Combo-2 dan Polio-2. Kelima ketika bayi usia 4 bulan, DPT-3, HB Combo-3, Polio-3. Terakhir, ketika berusia usia 9 bulan, yaitu imunisasi Campak dan Polio-4. Jika hingga umur 15 bulan belum mendapatkan imunisasi campak, dapat diberikan MMR (Mumps: gondok, Measles: campak, dan Rubella). Imunisasi MMR pun dianjurkan bagi bayi yang mengalami kelainan tumbuh kembang, seperti belum bisa bicara. faisal chaniago

Manfaat dan Sosialisasi Imunisasi

Mencegah Berbagai Penyakit
Imunisasi mampu meningkatkan kekebalan seorang anak terhadap suatu penyakit, hingga mereka tumbuh sehat.

Generasi Sehat
Kegiatan imunisasi akan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Kesadaran Orang Tua Untuk menapik nada miring tentang imunisasi, harus ditingkatkan kesadaran orangtua. Caranya, pemerintah harus rajin melakukan sosialisasi.

Aman dan Halal
Vaksin imunisasi adalah produk yang aman dan halal secara agama, tidak memunyai efek buruk terhadap kesehatan anak.

Sudah Teruji
Tidak hanya di Indonesia, imunisasi juga dilakukan di negara-negara maju dan negara Islam. Ini membuktikan bahwa kehebatan vaksin imunisasi sudah teruji.

No comments: