Sunday, May 22, 2011

10 Pembunuh Gairah Seks

http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Pasangan/10-Pembunuh-Gairah-Seks-1
http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Pasangan/10-Pembunuh-Gairah-Seks-2
Kamis, 19 Mei 2011




Penasaran kenapa sudah lama Anda tak ingin bercinta dengan pasangan? Cari tahu di sini.

Biasanya Anda yang paling bersemangat mengajak suami bercinta. Sekarang? Tidak lagi. Ucapan penolakan semacam, “Jangan sekarang, ya, Sayang!“ menjadi kalimat favorit. Anda tak sendiri, pakar kesehatan mengatakan tak kurang dari 40 juta perempuan di Amerika Serikat yang mengalami penurunan libido secara tiba-tiba. Berikut ini adalah sepuluh penyebabnya yang paling umum (dan paling mengejutkan) sekaligus cara untuk mendapatkannya kembali.

Kamar Tidur Berantakan
Seperti apa kamar tidur Anda saat ini? Sangat berantakan sampai-sampai kasurnya tidak bisa ditiduri? Tumpukan majalah dan buku di lantai? Penelitian menunjukkan “kekacauan” di ruang tidur erat hubungannya dengan depresi, ketidakbahagiaan, dan keinginan berhubungan intim menurun drastis.

“Perempuan lebih peka terhadap keadaan lingkungan sekitarnya dibandingkan pria. Jika lingkungan sekitarnya dirasa kurang nyaman, ini bisa mengalihkan pikiran dari seks,” ujar Debby Herbenick, PhD., penulis buku Because It Feels Good: A Woman’s Guide to Sexual Pleasure and Satisfaction .

Hal yang disebut sebagai cognitive distractions ini akan membuat perempuan, “Alih-alih memikirkan seks, perempuan malah berpikir yang lain-lain. Seperti kapan membeli gorden baru, membersihkan tumpukan buku dan majalah.” Kondisi yang berantakan juga menjadi semacam alarm di alam bawah sadar akan banyaknya agenda yang belum dilakukan. Jika dibiarkan berlarut-larut, ketenangan dalam jiwa akan hilang secara pelan-pelan.

Agar terhindar dari situasi ini segera sterilkan kamar tidur dari benda-benda yang mengalihkan perhatian. Misalnya, pindahkan televisi ke ruang keluarga sehingga kamar tidur berfungsi hanya untuk tidur. Dan, “Simpan semua barang yang berhubungan dengan pekerjaan di ruang yang semestinya,“ saran Herbenick.

Kemarahan
Mungkin di permukaan, Anda tampak baik-baik saja padahal di dalam hati, Anda menyimpan begitu banyak kekesalan. Hati-hati memendam emosi, pasalnya hal ini juga bisa membuat gairah ikut-ikutan terpendam.

Pepper Schwartz, PhD, psikolog, mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya dorongan seks pada wanita disebabkan oleh kemarahan yang terpendam. “Entah itu karena hal sepele seperti tidak mau berbagi tugas rumah tangga atau yang lebih serius seperti perselingkuhan, akan membuat perempuan merasa tidak membutuhkan seks,” urai pakar hubungan di PerfectMatch.com ini. Agar kemarahan luruh, satu-satunya cara adalah menelusuri penyebabnya dan menghadapinya. “Jangan biarkan kemarahan meracuni hubungan Anda bersama pasangan.“

Perfeksionis
Suami mengajak Anda berhubungan seks namun di saat yang sama Anda malah merasa terganggu karena berkeringat setelah berolahraga di gym ?

“Perfeksionis justru membebani keinginan berhubungan badan!” tegas Elizabeth Lombardo, PhD, MS, PT,. Pasalnya, seorang perfeksionis menginginkan segala sesuatu harus sempurna, begitu juga ketika di ranjang. Dari mulai penampilan hingga kondisi. Masalahnya, “Tak mungkin setiap saat Anda tampil sempurna! Biasanya, orang perfeksionis menjadi stres memikirkan kekurangannya, padahal partnernya, sih, tidak ada masalah,” ujar Lombardo.

Menurut Lombardo, Anda harus santai dan tak terlalu memusingkan banyak hal. “Tujuannya, kan, bersenang-senang dan bermesraan bersama pasangan. Ia hanya ingin Anda intim dengannya,”

Keuangan
Masalah penghasilan juga bisa membuat libido menurun, lho. Seringnya masalah ini membuat penat kepala dan khawatir berlebihan sampai akhirnya berpengaruh pada libido. “Rasa cemas karena takut kehilangan rumah atau dipecat, bisa menjurus pada stres yang menguras dorongan seks.” jelasnya.

Saran Lombardo untuk mengatasi rasa cemas yang Anda alami adalah dengan mengatur kapan Anda boleh memikirkan semua masalah tadi. Artinya, jangan membawa masalah ketika Anda sudah di tempat tidur. “Bisa saja Anda bilang cara ini ganjil, namun penelitian menunjukkan metode ini berhasil. Lagipula berhubungan intim terbukti bisa mengatasi stres karena seks adalah terapi,” papar Lombardo.

Trauma
“Trauma bisa saja terjadi di masa lalu, namun bukan berarti trauma tidak menghantui,” ujar Lombardo. Malah, pakar kejiwaan mempercayai bahwa penurunan libido karena trauma mental yang dibiarkan berlarut-larut, akan melebar ke post-traumatic stress disorder .

Agar Anda bisa pulih dari trauma, jalan satu-satunya adalah dengan memaafkan diri sendiri. Dan, jika memang bisa diterima, Anda juga bisa memaafkan penyebab trauma. “Jangan menyalahkan orang lain, apalagi diri sendiri. Lebih baik cari penengah yaitu berkonsultasi dengan pihak profesional ketika memang benar-benar membutuhkannya. Anda dan pasangan berhak untuk hidup bahagia tanpa dihantui masa lalu,” saran Lombardo.

Kolestrol Terlalu Tinggi
The Journal of Sexual Medicine mengungkapkan korelasi antara perempuan yang mempunyai tingkat kolestrol tinggi dengan kesulitan terangsang dan bahkan, meraih orgasme. Alasannya, “Kolestrol menghalangi dinding arteri termasuk di area panggul. Jika area ini ‘terhalangi’, rangsangan apapun akan sulit untuk dirasakan. Akhirnya seks dianggap menyebalkan karena tidak menghasilkan apapun,“ jelas Dr. Stephanie Buehler, PsyD, psikolog dan terapis seks di California.

Agar Anda bisa menikmati seks kembali, caranya adalah mengubah pola makan. Saran Dr. Buehler adalah kurangi asupan berbahan susu dan daging merah, apalagi yang berlemak. Anda justru harus beralih mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan serat. Tiga sumber nutrisi ini bisa mengurangi penyerapan kolestrol di aliran darah dan meningkatkan gairah seksual.

Alat KB
Leah Millheiser, MD, direktur Female Sexual Medicine Program di Stanford University School of Medicine menyatakan bahwa alat KB yang cara kerjanya memengaruhi hormon justru meningkatkan hormon globulin dan mengurangi hormon testosteron. Hasilnya, Anda pun merasa kurang bergairah.

Ironis sekali, alat yang seharusnya membuat Anda bisa berhubungan intim dengan tenang dan nyaman, justru membuat kehidupan seks menjadi membosankan.

Untuk mengatasinya Anda cukup mengganti alat KB. Pilihannya antara lain yang bisa lebih lama dipakai, tidak memengaruhi hormon, atau jika ingin lebih praktis, beralih ke kondom. Namun, jika Anda mengalami kekeringan vagina, baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Ingat, alat KB yang efektif pada satu perempuan dan tidak mengganggu libidonya, belum tentu bekerja optimal pada Anda.
Problem Tiroid yang Tak Terdeteksi

Ukuran kelenjar tiroid bisa saja sebesar bola golf, tapi ia bisa menghancurkan libido Anda. Menurut Dr. Millheiser, gejala tiroid yang kurang aktif (hypothyroidism ) selain kenaikan berat badan, rambut rontok, kulit kering, dan lelah adalah libido yang menurun drastis. Jika ini yang Anda rasakan, berkonsultasilah ke dokter karena tes darah bisa mendeteksi hypothyroidism dan obatnya pun sudah banyak.

Minim Kencan
Jika Anda sudah tak ingat kapan terakhir kali berkencan dengan suami, terapis seks, Dr. John Beiter, PhD, menyarankan untuk sesegera mungkin merencanakan kencan bersama suami. Pasalnya, hal ini bisa diterjemahkan sebagai rendahnya gairah seks. Tak ingin mimpi buruk ini berlarut-larut? Pilih restoran favorit dan setibanya di rumah lakukan hubungan intim di luar kebiasaan. “Fokuskan diri lebih ke kenikmatan, senang-senang, dan keintiman,” sarannya.

Menyusui Anak
Beberapa bulan lalu, Anda melahirkan dan sekarang berat badan perlahan mulai susut. Namun Anda lantas bertanya-tanya, kenapa sama sekali tak bergairah untuk berhubungan seks? Ternyata penyebabnya adalah hormon prolaktin yang ada ketika ibu masih menyusui bayinya. Hormon ini memang membunuh libido, menurunkan produksi hormon estrogen dan testosteron. “Akibatnya, Anda mengalami kekeringan vagina dan tidak bergairah,” jelas Dr. Millheiser. Yang harus dilakukan? Tentu Anda harus berbangga hati karena telah memberikan ASI bagi bayi Anda. Dan, jangan khawatir, ini hanya sementara, sampai Anda selesai menyusui bayi Anda. Sementara waktu, gunakan lubrikan dan jangan frustasi.

 Astrid Isnawati

No comments: